Daya Tarik Perubahan
SEPERTINYA mustahil. Tapi ternyata tak mustahil.
Kamu tahu band metal Lamb of God yang pernah
menggelar konser di Indonesia? Betul. Imej yang
muncul pertama kali adalah berangasan, kasar dan
keras. Wajarlah, karena personilnya muncul dalam
personifikasi dan visual yang ada di gambaran
tentang “kesangaran” yang sudah disebut di atas.
Tapi bukan itu yang menarik, meski musikalitas
yang mereka miliki menobatkan band asal Amerika
Serikat ini sebagai salah satu “messenger” di
ranah metal dunia. Mereka, Lamb of God ini, punya
kesan bersahaja yang kuat. Kalau dalam bahasa
advertising, dikenal dengan kesan pertama, LoG ini
jelas menggoda. Kenapa?
Mereka membawa kesan kelembutan dan
kesederhanaan. Imej yang tentu saja berbeda
dengan yang mereka tampilkan di panggung. Palsu
[fake] atau bersembunyi dari hakikat
humanismenya? Dari banyak lirik lagunya, LoG
adalah band dengan kadar humanisme yang kuat.
Kita sering bersinggungan dengan keraguan
negative itu. Keraguan ini dihasilkan oleh tidak
adanya beberapa alasan pro dan kontra terhadap
pernyataan dan tindakan tertentu. Sebenarnya, ini
lebih baik dilukiskan sebagai ketidaktahuan.
Kekosongan kita tentang ‘manajerial hidup’ band
bernama Lamb of God ini.
Ada satu cerita unik. Sehari sebelum menggelar
konsernya, mereka berkeliling ke Taman Puring di
Jakarta Selatan. Banyak pedagang tidak
mengenalnya, kecuali yang benar-benar menyukai
musik metal. Dan jangan berharap ada pengawalan
VIP dengan payung dan wanita yang menyertai.
Tidak, mereka biasa saja blusak-blusuk mencari
sepatu “bermerek” yang harganya amat sangat
miring. Langsung ngeborong. Dan ketika konser,
mereka memakai sepatu versi Taman Puring. Dan
konsernya pun sukses.
LoG mematahkan anggapan rock-star yang makin
menjadi raja. Mereka melakukan delibrasi
[pertimbangan] bukan untuk berada pada ranah
yang susah disentuh, tapi justru memilih berpihak
pada volisi [sebuah upaya yang dibuat dengan
sengaja] dan komitmen untuk membuat pilihan dan
tindakan itu menjadi suatu realitas.
Tak hanya LoG, pernah ada Napalm Death, Dragon
Force dan Kreator. Mereka tak cuma jadi anak
band yang berwarta lewat lagu dan lirik, tapi juga
humble saat turun panggung dan jadi manusia
biasa. Mereka tak jadi “tuhan” yang kasak-kusuk
soal pietas, mendorong segala sesuatunya dengan
alasan moral semata. Tap sebenarnya utopis dan
phantasia, khayalan belaka.
Metal berada di alur philia, daya tarik untuk
perubahan…
Kamis, 13 Desember 2012
METAL & LAMB OF GOD — Genre & Band di Jalur Philia, Daya Tarik Perubahan
The New Wave of American Heavy Metal "Lamb Of God"
Lamb of God adalah salah satu band
terkemuka di dunia dan juga di Indonesia .
Karena menurut survey yang dilakukan
lembaga Ac nielsen di jakarta, hampir 84,7
anak SMP dan SMA menyukai band ini. Band
ini juga disebut sebagai pelopor genre baru
dari scene Metal yang disebut Metalcore yang
merebak digandrungi oleh anak muda di
seluruh dunia, tak lupa di Indonesia. Lamb Of
God mulai terbentuk di tahun 1990 di
Richmond virgina yang pada awalnya bernama
“Burn The Priest” Band ini dibentuk dari
keisengan Mark Morton, Chris Adler, Abe
spear dan John Campbell dalam mengisi waktu
luang semasa kuliah di Virginia commonwealth
University.
Kebetulan Mereka tinggal di satu asrama dan
sering berkumpul dan berlatih bersama
membawakan lagu lagu Slayer, Pantera,
Metallica secara instrumental tanpa vokalis.
Setelah mereka lulus, mereka sepakat untuk
membangun band ini, dengan anggota baru
bernama Randall Blythe sebagai Vokalis, dan
mereka merilis demo pertama mereka di
tahun 1995. Respon dari scene metal yang
‘merindukan’ jenis band dengan musik ala
Pantera dengan beat - beat groovy terjawab
sudah, dan lahirlah legenda baru dari ”The
New Wave of American Heavy Metal”. Tetapi
ditengah kesuksesan mereka Mark Morton
harus meninggalkan Burn The Priest karna
suatu alasan .
Pada tahun 1997, Mark Morton kembali setelah
2 tahun pergi entah kemana. 2 tahun
kemudian tepatnya tahun 1999 Burn The
Priest membuat album pertamanya yang
diberi nama sama dengan nama band mereka
“Burn The Priest”. Mereka kebetulan diberi
kesempatan untuk rekaman di “Legion
Records”. Mike Bronsnan selaku manager
Legion Records memberi kepada mereka
imbalan sebesar $.... yang mereka gunakan
manggung dan mempromosikan band mereka
kepada perusahaan - perusahaan rekaman
besar.
Seiring kesuksesan mereka tanpa alasan yang
jelas “Abe Spear” meninggalkan Burn The
Priest. Hal ini membuat Mark Morton dkk
memutar otak untuk mencari personel baru.
Setelah sekian lama terpilihlah adik Chris
Adler (drummer Burn The Priest), Willie adler
yang berhasil menjadi ryhtem guitar di Burn
The Priest. Karna pergantian personel dan
seiring perkembangan zaman, Burn The Priest
mengubah nama band mereka menjadi “LAMB
OF GOD”. Berikut adalah biodata personil
Lamb of god yang baru :
1. Randy Blythe
Nama lengkap dari lelaki ini adalah “David
Randall Blythe”, dia lahir pada tanggal 21
Februari 1971 di Richmond, Virgina. Musisi
sekaligus actor yang berperan di film “The
Graves” ini memang sejak SMP sudah
menyukai lagu – lagu bergenre metalcore,
sehingga dia memutuskan untuk bergabung
dengan Burn The Priest (sekarang Lamb of
god) sebagai Vocalist pada tahun 1995.
Untuk menambah penghasilannya Blythe
membuat band sampingan yang diberi nama
“Halo Of Locust”. Pada tahun 2007 Mereka
berhasil membuat satu album yang diberi
nama For The Sick yang di labeli Emetic
Records. Seiring pamornya Blythe sering
diminta untuk berduet dengan band – band
metal papan atas lainnya, seperti Gojira di lagu
Adoration For Non, Pitch Black Forecast di
lagu So low, Shadow Fall di lagu King of
Nothing, A life Once Lost di lagu pigeonhole, A
life Once Lost di lagu vulture, Overkill di lagu
Skull and Bones, dan Bloodshoteye di lagu
F.U.B.A.R.
2. Mark Morton
Nama lengkap dari Lead guitarist Lamb of god
ini adalah “Mark Duane Morton”, dia lahir
pada tanggal 25 November 1972 di
Williamsburg, Virgina. Sewaktu SMA (Sebelum
bergabung dengan Lamb of God), Morton dan
temannya Ryan Lake, membuat sebuah Band
yang diberinama “Stockwood” pada tahun
1988. Band ini sering memenangi perlombaan
lokal dan audisi band, sehingga lama
kelamaan band ini mulai terkenal di
Williamsburg. Ditengah pamornya yang mulai
berkilau Mark Morton harus meninggalkan
band ini untuk kuliah Virgina University. Pada
tahun 1990 Morton bertemu dengan “John
Campbell”, dan “Chris Adler”. Karena mereka
sekelas, mereka pun sepakat untuk
membangun sebuah band yang diberi nama
Burn The Priest. Hingga pada tahun 1999 band
ini berganti personil dan berganti nama
menjadi Lamb Of God.
Perlengkapan :
Guitars :
• Jackson Mark Morton Dominion
• Jackson RR5
• Jackson King V
• Jackson USA Custom Shop Swee-Tone
• Jackson Warrior
• Jackson Soloist
• Jackson Adrian Smith San Dimas DK
• Gibson Les Paul Standard Gold
• Framus Renegade Pro
• Framus Panthera
Amplifiers & Cabinets :
• Mesa Boogie Mark IV Amplifier
• Mesa Boogie Stiletto Deuce Amplifier
• Mesa Boogie 4x12 Cabinets (x9)
• Marshall Amplification Hot-Rodded head
• Marshall Amplification 4x12 Cabinets
• Orange Amplification 4x12 Cabinets
• Mesa Boogie Mark V Amplifier
• Mesa Boogie Triple Rectifier
Accessories :
• Sennheiser Wireless System
• Boss TU-2 Chromatic Tuner
• Dunlop Crybaby Wylde Wah
• MXR EVH Phase 90
• MXR Kerry King 10 Band EQ
• MXR Carbon copy delay
• Rocktron Hush Super C
• DBX 266xl Compressor/Gate
• GHS Boomer Strings 10-46
• 3XL .05m Dunlop Picks
• 1.14 mm Dunlop Tortex picks
3. Chris Adler
Nama lengkap Drummer Lamb Of God ini
adalah “Christopher James Adler”. Dia lahir
pada tanggal 23 November 1972 di Virgina,
U.S.A. Sebelum dia berkarir di Lamb Of God,
Chris Adler adalah seorang Teknisi Internet di
sebuah Perusahaan Raksasa ternama yang
bernama “Microsoft”. Drummer yang
dianugerahi sebagai drummer metal terbaik
versi majalah metal hummer pada tahun 2007
ini mempunyai 5 band lain sebelum Lamb Of
God yaitu, “Exit-in”, “Calibra”, “Cry Havoc”,
“Jettison Charlie”, dan “Grouser”. Masing –
masing mempunyai Demo Tape sendiri kecuali
Jettison Charlie yang mempunyai 2 album
yaitu : Hitchiking To Budapest pada tahun
1994, dan Legions Of Unjazzed pada tahun
1996. Karna Prestasinya itu Mapex dan
Gibraltar bersedia untuk mensponsorinya
dalam berbagi event dan konser.
Perlengkapan :
Mapex Drums & Meinl Cymbals (2009) :
Drums - Mapex Saturn Series :
• 10x9" Tom
• 12x10" Tom
• 16x16" Floor Tom
• 18x16" Floor Tom
• 22x18" Bass Drum (x2)
• 12x5.5" Chris Adler Signature Black Panther
Snare
Cymbals – Meinl (2009) :
• Cymbals listed clockwise
• 14" Generation X Filter China
• 14" Soundcaster Custom Medium Soundwave
Hihat (top), 14" Byzance Dark Hihat (bottom)
• 8" Classics High Bell
• 12" Soundcaster Custom Distortion Splash
• 8" Byzance Splash
• 14" Soundcaster Custom Medium Crash (x2)
• 16" Mb8 Medium Crash
• 8" Byzance Splash
• 14" Soundcaster Custom Medium Soundwave
Hihat (top), 14" Byzance Dark Hihat (bottom)
• 18" Byzance Medium Thin Crash
• 24" Mb20 Pure Metal Ride
• 17" Byzance China (Prototype)
• 16" Generation X Filter China
Hardware :
• Trick PRO 1-V Pedals (Previously used Axis
Longboard amd DW 9000 pedals).
• Gibraltar Rack System and Clamps.
• Mapex Cymbal Boom Arms.
Other :
• Aquarian Force I Bass Drum Batter Heads
(with Kick Pads), Hi-Energy Snare Batter
Head, Response 2 Clear Tom Batter Heads and
Classic Clear Tom Resonant Heads
• Roland TD-7 Electronic Percussion Module
• DB Drum shoes
• Pro-Mark TX5AXW Chris Adler Signature
Sticks
• Roland Single Trigger Pad
4. Willie Adler
Nama lengkap rhythm Lamb Of God serta adik
dari Drummer Chris Adler ini adalah “William
M Adler”. Dia lahir pada tanggal 26 Januari
1976 di Virgina, U.S.A. Dia bersama Mark
Morton adalah pencipta lagu yang paling
produktif di dalam Lamb Of God.
Perlengkapan :
Guitars :
• ESP WA-1200
• ESP WA-600
• ESP WA-200
• ESP Eclipse II
• ESP M-100 FM
• ESP Alexi Laiho style custom
• Gibson White Les Paul Custom w/ EMGs
• B.C. Rich Warlock
• Framus guitars and B.C. Rich guitar
Amplifiers & Cabinets :
• Mesa Boogie Mark IV Amplifier
• Mesa Boogie Dual Rectifier Roadster
• Framus 4x12 Cabinets (x9)
Accessories :
• Sennheiser Wireless System
• Boss TU-2 Chromatic Tuner
• Korg DTR-1 Rack Tuner
• DBX 266XL Compressor/Gate
• GHS Boomer Strings 10-52
• 1.00 mm Dunlop Tortex picks
5. John Campbell
Nama Lengkap Bassist Lamb of god ini adalah
“John Steven Campbel”. Dia lahir pada tanggal
30 September 1972 di Virgina, U.S.A. Pria ini
baru menikah pada tahun 2008 dan
mempunyai seorang anak laki – laki. Sebelum
dengan Lamb of god Campbel pernah bekerja
untuk RPG. Satu hal yang aneh dari Campbel,
dia sangat benci dengan basis yang memakai 5
senar.
Perlengkapan :
• Jackson USA Custom Concert Bass
• Dean Markley bass strings
• Mesa/Boogie 400+ amplifier
• Mesa RoadReady and Powerhouse 8x10 cabs
• Sennheiser wireless system
• Tech 21 Sans Amp Bass Driver DI
• DBX 266XL Compressor/Gate
Nah, itu dia seluk – beluk perjalanan lamb of
god. Kalau ada salah informasi atau kata2 saya
mohon maaf, see you next time. (AAP)
Minggu, 09 Desember 2012
Biografi mark morton
Nama : Mark Duane morton
Tgl Lhr : November 25, 1972
Band (Activ) : Lamb Of God
Morton memiliki banyak tanda tangan gitar
dengan Jackson. Dia adalah anggota, paling
reserved tertutup dari band, dan mengakui bahwa
ia tidak merasa nyaman di mata publik. Selain
gitar, ia seorang penggemar anggur avid, seorang
pecinta cerutu, serta pembalap amatir mobil.
Mark Morton, Chris Adler dan John Campbell
membentuk Lamb of God pada tahun 1990 di
Virginia Commonwealth University di mana
mereka pasangan lantai. Ketika Morton kiri untuk
mengejar gelar master, band ini menemukan
seorang gitaris baru, Abe Spear. Ketika band ini
memutuskan untuk pensiun dari suara yang murni
instrumental, mereka menambahkan vokalis,
Randy Blythe. Pada titik ini, mereka dikenal
sebagai Burn the Priest. Morton kembali
bergabung dengan grup dan Burn the Priest
merilis album penuh berjudul diri segera
setelahnya.
Dia mengutip Jeff Loomis sebagai salah satu
inspirasinya. Seperti Morton sering menggunakan
skala pentatonis dan skala minor harmonik, telah
mencatat bahwa dia memiliki gaya blues
musiknya. Dia menyusun dan memainkan hampir
semua Lagu dari Bandnya solo gitar dan bentuk
sebagian besar irama alur berat. Co-gitaris, Willie
Adler, composes sebagian besar riff staccato
cepat mengambil.
melakukan Nya terdiri dari berbagai Guitars
Jackson, termasuk gaya Rhoads dan archtop
Swee-Tone (baik dilihat dalam DVD Killadelphia)
dan tanda tangannya sendiri model, The Jackson
MM1 Dominion terangkai dengan GHS Boomer
Strings 10-46 disetel untuk drop-D, sarat dengan
pickup Seymour Duncan '59. Untuk rekaman
album terbaru, Sakramen, sebagian besar bagian
tubuhnya yang direkam dengan nya 1975 emas
atas les paul, dengan Seymour Duncan '59 di
jembatan. Panggung, Mark menggunakan dua
amplifier Mesa Boogie Mark IV dengan sembilan
4x12 lemari Mesa (hanya dua dari lemari benar-
benar memiliki speaker di dalamnya, yang lain
tujuh adalah untuk pertunjukan). gigi rak-Nya
mencakup sistem Sennheiser nirkabel, kompresor
DBX yang digunakannya sebagai pintu gerbang
kebisingan, dan sebuah kotak splitter yang
memisahkan saluran penguat kepada kabinet.
Markus hanya menggunakan beberapa pedal di
atas panggung, Original Crybaby Wah Pedal, MXR
Phaser Eddie Van Halen yang "membuat bakar
solo-nya", MXR Overdrive pedal, dan pedal tuning
bos.
Dalam catatan liner ke album New American Injil,
ia dikreditkan dengan nama tengahnya "Duane",
kemungkinan besar sesuai dengan pendekatan
reserved, agak enggan untuk bintang.Morton
dikenal untuk menulis beberapa lagu Anak Domba
Allah lebih konvensional. Ini mencakup,
"Ascending", "Malam", dan "Penyesalan adalah
Untuk Mati". Dalam DVD mendokumentasikan
pembuatan Sakramen, ia membuat saat itu dia
suka "melemparkan di wildcard, eksentrik itu,
sebab untuk setiap tiga Anda melemparkan, salah
satu dari 'angin em up yang nyata khusus karena
yang berbeda."Dia baru-baru ini bekerja dengan
pembawa acara bawah tanah / produsen Necro
untuk album mendatang berjudul Death Rap.
Setelah manggung di Glasgow, Morton terlibat
dalam argumen dengan Randy Blythe sangat
mabuk. Randy dimulai dengan lisan
menyalahgunakan Chris Adler dalam upaya untuk
memprovokasi dia dan mulai berkelahi.
Mendengar hal ini terus berteriak, Markus datang
dan memukul Randy di wajah dua kali. Mereka
lalu pergi ke luar dan bertempur di sisi jalan
sampai Mark Randy melemparkan ke tanah dan
memukulnya di wajah beberapa kali lagi. Luka-
luka termasuk Randy mendapatkan mata hitam
dan berkata "Saya merasa seperti otak saya akan
jatuh keluar dari kepala sialan saya." Mark pinky
patah dan merobek tulang rawan di bahu meski
"menang" melawan. Hal ini dapat dilihat pada
DVD Killadelphia
Jumat, 30 November 2012
Lirik lagu Doel sumbang - bong abong
BONG ABONG KA JALMA LEUTIK
DI ANGGAP LAIN JELEMA
BONG ABONG KA JALMA LEUTIK
DI ANGGAP LAIN JELEMA
TI BAHEULA DI JANGJIAN
UNGGAL USIK DI WADULAN
KAMAKMURAN DUKA DI TUANG KU SAHA
BONG ABONG KA JALMA LEUTIK
DI ANGGAP LAIN JELEMA
BONG ABONG KA JALMA LEUTIK
DI ANGGAP LAIN JELEMA
TI BAHEULA DI BIBITA
NU DI BIKEUN UKUR SESA
KAADILAN DUKA NGALEOS KAMANA?
DI ANGGAP LAIN JELEMA
DI ANGGAP TEU WALAKAYA
SUKA ATAWA TEU SUKA
DI PAKSA KUDU NARIMA
DI ANGGAP LAIN JELEMA
DI ANGGAP TEU BOGA MATA
SAGALA DI REKAYASA
GEUS TEU BAROGA KAERA
HIRUP TEU BISA BERKUTIK
NyARITA SALAH DI CULIK
JALMA LEUTIK AYA NU LEUNGIT TEU BALIK
SUGAN THE MAH
SUGAN TEH MAH JALIR JANJI
JANJI HIJI GE EUWEUH NU BUKTI
SUGAN THE MAH
SUGAN TEH REK MIKANYAAH,
NYETA GEUNING, PADA
Rabu, 28 November 2012
Lirik lagu Avenged seven fold - sidewinder
I slide through the wasteland that's my world
My hunger takes your life, preyed on to keep
me alive, yeah
Mercy's all that you need, mercy's empty in
me
Can't you feel the poison rising out of the
morning and clear through the night
You can feel my strength destroy you straight
to the heart from the venomous bite
That's right I shed my skin tonight but my
fangs are hard to hide
And you know that you're going to die, yeah
Mercy's all that you need, mercy's empty to
me
I can't regret, can't escape decisions made
for me, no control
Fire that buns and never dies, wrapped
around I'll bury my fangs inside
Making my way through the night you're still
in my sight
You're running' away buy ya know you can't
hide
My instincts are cold blooded hate; to you I'm the bearer of fate
Wrong place and now the wrong time, now
terror is all that you'll find
Can't you feel the poison rising, straight to
the heart from the venomous bite
I can't regret, can't escape decisions made
for me, no control
Fire that buns and never dies, wrapped
around I'll bury my fangs inside
Stay inside tonight - you're out there all
alone
Vanish from my sites - venomous control
You can't make it right - my appetite has
grown
Lost your final fight - no love will be shown
Selasa, 27 November 2012
Lirik lagu Infamy - silent farewell
Lying in the edge And i feel the emptiness
Surrounded in my soul Vexation is done I can
not feel myself When you say farewell Without
a sound you disappear And are gone with all
the sin Suffering in my age And i feel the
loneliness You drive me to sickness And
killed me by your pain Just see me in your
faith And i will be your nightmare Waking you
up slowly In my last fucking revenge And i
feel the emptiness Silent farewell But today i
show up again Silent farewell And i feel the
emptiness Silent farewell But today i will
stand again Silent farewell You left me with
silence Then killed all my hopes And you
smiled for that Dancing in my pain due When
all fears came alive You have to see what i've
got My eyes burning of you 'Cause you kiss
me by your fire.
"We will bleed" film documenter perjalanan Burgerkill
Bagi penggemar musik metal tanah air, tentu
nama Burgerkill ada di line up utama. Band
cadas yang beranggotakan Agung (gitar), Eben
(gitar), Vicky (vokal), Andris (drum), dan
Ramdan (bas) ini tengah dalam kesibukan
mengerjakan project film dokumenter yang
menceritakan kisah perjalanan mereka.
Berjudul WE WILL BLEED, film yang akan
dibungkus dalam DVD ini merangkum
perjalanan Burgerkill dari tahun 1995 hingga
tahun 2011.
"Isinya lebih ke perjalanan Burgerkill dari
1995 sampai 2011. Dan mudah-mudahan
November ini sudah beres dan bisa dirilis.
Udah semua, tinggal finishing. Proses produksi
dah 90 persen. Proses mixing sudah selesai,"
ungkap Vicky saat dihubungi
KapanLagi.com®, Rabu (7/11).
Rencana untuk membuat project DVD tersebut
diakui telah lama diidamkan. Bahkan rencana
awalnya, Burgerkill akan merilis DVD
dokumenter ini berbarengan dengan album
Venomous yang mereka keluarkan pada 2011
lalu.
"Rencananya itu dari tahun 2007 padahal.
Isinya kegiatan manggung kita di beberapa
kota dan negara, ada nongkrong-nongkrongnya
juga. Ada live perfomance juga. Almarhum
(Ivan) ada, terus mantan personel Burgerkill
juga ada," lanjut Vicky.
Project ini direncanakan akan dirilis dalam
format double DVD, satu film dokumenter dan
lainnya adalah 10 video klip band ini dari
album Berkarat sampai album teranyar,
termasuk empat klip baru yang belum pernah
dirilis seperti Under The Scars dan Trough The
Shine.
Saat ini Burgerkill tengah mematangkan
sistem distribusi, karena mereka ingin
menjangkau Australia juga. "Tahap awal 2000
copy dulu. Durasi 1,5 jam. Masih digodok
bagaimana sistem penjualannya," tukas Vicky.
(kpl/ato/rea/adb)
Sumber: Kapanlagi.com