Minggu, 06 Oktober 2013

Apa yang mesti di sombongkan???

Hey Kau! Kau! Kau! Yang di sana begini juga saya ustadz! Jgn macam-macam sama ustadz!!!!,

Aduh? Jadi ustadz Aja sombong....
Emangnya ustadz bakalan yakin masuk surga????? Ustadz juga manusia
Siapa tahu jemaahnya yg lebih taat kepada Allah,jadi sahabatku mau apa sombong? Apa yang mau di sombongkan??? Sedangkan di dalam diri ada banyak lubang yg mengeluarkan kotoran,Silahkan Aja sombong kalau sudah bisa menangis mengeluarkan air zamzam, sedangkan diri ini hanya seongok kotoran saja,,, Aduh Aduh Aduh ,,,,, maaf

10:02 pm
At Pondok pesantren Wasilatul falah 
Jl.Sunan Giri no.202 Rangkas Bitung,
Kab.Lebak - Banten 








Nafsu selalu hadir

Wahai diri-ku...
Bila pada keindahan-Nya diri-mu sdh terpikat, pd keagungan-Nya diri-mu terperanjat, apakah diri-mu masih akan membiarkan syahwat?
Pastinya diri-mu akan melawan kekuasaan syahwat dgn kuat.

Kenapa demikian diri-ku...???
Sebab bila diri-mu biarkan hati-mu diliputi syahwat, keadaanmu menjadi gawat. Syahwat memang selalu memiliki daya tarik, yg membuat hati-mu tergoda utk melirik.

Karena itulah diri-ku...
Hanya dgn menghadirkan pukulan dan sentuhan-Nya diri-mu akan tersadar. Biarkan hati-mu teringat pd keindahan dan keagungan sifat-Nya, maka hati-mu akan senantiasa terikat.
Jadikan ketakutanmu kepada-Nya sebagai pukulan dahsyat bagi syahwat. Lalu perlakukanlah rasa rindumu kepada-Nya sbg sentuhan rahmat pd syahwat agar ia tunduk kepada Sang Pemilik Rahmat.

Diri-kuuu...
Tempatkan syahwat di luar hati-mu agar ia tdk lagi menguasaimu.
Bila diri-mu tdk ingin sakit, mengapa diri-mu pelihara penyakit?
Mawas dirilah diri-kuuu....


يَامُحْيِى لَكَ نَحْيَى فَحَيِّنَا بِالسَّلاَمِ
YAA MUHYII LAKA NAHYAA FAHAYYINAA BISSALAAMI
"Ya Allah Yang Maha Menghidupkan, karena Engkau kami hidup, hidupkanlah kami dengan penuh keselamatan".


Salam abg
----------
"Nafsu Menguntit Selalu... Ampuuuuun"

Kosong tak berarti penuh,Penuh tak berarti kosong

Kosong itu sesungguhnya penuh…
Penuh itu bisa mungkin juga nihil…

Saat perut kita kosong namun pikiran kita jernih,
hati kita penuh keimanan dan ketegaran

saat berkecamuk rasa dahaga dan segarnya minuman yang melimpah…
namun jiwa kita sangat basah disirirami keyakinan

saat amarah kita tertahan di titik nadir…
ruhani kita di puncak kegemilangan…

saat syahwat hewani kita tertekan di titik nol…
sejatinya kita… ya… jiwa kita di titik tertinggi di hadapan arsy Tuhan…


Gunanya mulut

Assalamualaikum sahabatku 
Maaf akhir2 ini jarang buka blog,karena banyak di sibukan dengan kegiatan sehari-hari,gimana kabar sahabat sehat? Alhamdulillah kalau pada sehat, :) 
okeh sekarang kita lanjutkan dengan postingan berikunya.... 
Yang berjudul;

Alasan kenapa mulut di Taruh di depan

Mulut itu memiliki dua pagar yaitu gigi dan bibir tapi tetap saja lidah dan lisan lolos bicara tanpa sensor perasaan
Maka berhati-hatilah saat akan mengucapkan sesuatu karna lidah akan membahayakanmu....

Jgn sampai dtg penyesalan datang di akhir perbuatan,cobalah berpikir terlebih dahulu sebelum mengucapkan sesuatu 
Selamat berpikir....
Supaya tidak menyesal di akhir,,,, 

Oke guys semoga termotivasi dengan postingan Kali ini 
Assalamualaikum 

Jumat, 04 Oktober 2013

Mogerz yg pro dengan purgatory


Purgatory = MOGERZ

بسم الله الرحمن الرحيم

Di album 7:172 ada salah satu lagu yg berjudul M.O.G.S.A.W, singkatan dari Messenger Of GOD Shalallahu 'Alaihi Wassalam.

MOGerz adalah istilah bagi orang-orang yang pro dengan Purgatory, mulai digunakan sejak masa release album 7:172 ini. Beberapa saat setelah itu, kami mulai risih dengan kata-kata MOGerz adalah istilah buat "fans" dari Purgatory, tapi pada masa-masa itu belum ada solusi untuk mengatasi risih ini. Bagaimana kami tidak risih, seharusnya istilah MOGerz ini diperuntukkan bagi para fans dan pengikut Messenger Of GOD صلى الله عليه وسلم, bukan fans dari Purgatory. Karena kami sendiri juga adalah MOGerz, fans dan pengikut Rasulullah صلى الله عليه وسلم, alhamdulillah.

Sekarang apabila media bertanya "apakah itu MOGerz?", kami tidak pernah lagi bilang fans/penggemar, tapi kami bilang MOGerz adalah "listeners" atau para pendengar Purgatory. Dan kepada interviewer yang lebih menguasai materi interview kami jabarkan kepanjangan dari kata MOGer.

"MOGerz" adalah istilah gaul bagi para pendengar syair-syair yang kami sampaikan, termasuk bagi kami sendiri. Perbedaan antara MOGerz di dalam dan di luar band ini cuma ada di posisi dan tanggung jawab. ALLAH mengizinkan kami bertujuh berada di depan untuk menyampaikan apa yang kami tahu tentang Islam. Dalam pendekatan diri kepada ALLAH سبحانه وتعالى, kita tidak ada bedanya, kita di sini semua belajar. Semakin banyak vitamin masukan-masukan yang positif dari MOGerz lain di sekitar kami, Insya'ALLAH kami bisa lebih kuat dan solid.

Sebagai penyampai kabar, kami MOGerz yang ada di dalam band lebih harus bisa mempertanggung-jawabkan setiap kabar yang kami sampaikan. MOGerz lain yang di luar band juga punya tanggung-jawab sendiri, karena sudah mengaku sebagai bagian dari MOGerz = fans dan pengikut Rasulullah صلى الله عليه وسلم.

Lalu, setelah kita menyatakan diri sebagai MOGerz, kita tanya diri sendiri:
Apakah kita mendekati perzinahan?
Minum alkohol? Bilang "Assalamu 'alaikum, bang" tapi mulut bau anggur?
Bangga mengeluarkan ucapan-ucapan kasar atau kotor?
Bangga lepas Sholat?
Senang membuat kerusuhan?
Senang mempergunjing keburukan orang lain atau sesama MOGerz?
Gampang ikut campur masalah pribadi orang lain? Gampang minta orang lain ikut campur masalah pribadi kita? ...dll

...fans dan pengikut Rasulullah صلى الله عليه وسلم ?

Perlu kita ingat sama-sama, setan sangat tidak menyukai adanya kumpulan orang-orang yang takut berbuat dosa dan kompak, apalagi juga berusaha mempertanggung-jawabkan 'ibadah mereka. Setan benar-benar menunggu sampai orang-orang di lingkungan seperti ini lengah.
Contoh:
Pada saat kita dikondisikan terpisah > terpencar ke lingkungan yang berbeda-beda > lalu akrab dengan orang-orang yang sepertinya ok > lalu komunikasi antar sesama semakin tidak lancar. Kalau komunikasi sudah tidak lancar, ini bisa menimbulkan masalah ke mana saja, dan semakin parah. Ini biasanya di saat mereka disibukkan oleh pekerjaan/urusan masing-masing. Berkumpul ini benar-benar berbeda dengan berpisah-pisah atau terpecah-belah. Ada kekuatan lebih untuk menjaga 'ibadah dan perbuatan di saat kita berkumpul bersama orang-orang yang takut berbuat dosa.

Kalau setan tidak suka dengan kita, mereka akan masuk lewat kesenangan-kesenangan, supaya kita lupa dan larut dalam kesenangan-kesenangan.

Kalau lewat kesenangan tidak tembus juga, mereka akan masuk lewat kesulitan-kesulitan, supaya kita panik lalu merasa jadi orang yang paling susah sedunia.

Kalau lewat kesulitan tidak tembus juga, mereka akan masuk lewat rasa memiliki, supaya kita takut kehilangan apa-apa yang "kita kira milik kita".

Kalau lewat rasa memiliki tidak tembus juga, mereka akan masuk lewat pembenaran, supaya kita merasa lebih benar atau lebih baik atau lebih suci daripada orang lain.

Kalau lewat pembenaran tidak tembus juga, mereka akan masuk lewat kebencian, supaya kita sensitif lalu membenci lagi apa yang tidak kita sukai.

...dan seterusnya. Na'udzu bi ALLAH min dzalik.

Kalau setelah semua itu masih tidak tembus juga dan kita sadar setan sedang mengeroyok, kita semakin memohon perlindungan ALLAH, maka setan "akan cari" siapa orang-orang di dekat kita yang paling lemah dan tidak berlindung kepada ALLAH.

Ini pola standar setan memecah-belah kesatuan.
Kekuatan lebih dari tetap berkumpulnya orang-orang dalam lingkungan ini, adalah semata karena sama-sama memohon perlindungan dari ALLAH. Tapi sebaliknya, kalau kita di dalam lingkungan yang lemah iman dan perbuatan, semakin hari keyakinan dan ketegaran kita semakin menipis.
Hati-hati bagi yang merasa kuat berdiri sendiri di antara orang-orang lemah iman, karena biasanya kekuatan itu merosot drastis "tanpa terasa".

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
"Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru TUHANnya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-NYA; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah KAMI lalaikan dari mengingati KAMI, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas."
Qur'an Surah al-Kahfi (18), ayat 28

Namun bagaimanapun juga kita perlu jeli berhati-hati akan adanya sifat "merasa lebih baik dari orang lain" dalam diri kita. Satu hal yang membuat Iblis menjadi terlaknat adalah karena dia merasa lebih baik daripada Nabi Adam عليه السلام.

Bismillah, syi'ar Islam ini sekarang menjadi alasan utama kami untuk tetap bertahan ada dalam band ini dan berkomunikasi dengan MOGerz lain di luar band. Sekarang yang paling kami butuh adalah kekompakan antara kami dan MOGerz lain di mana-mana. Dalam Islam, semua moment adalah takdir ALLAH, tidak ada yang percuma kalau kita bisa ambil ilmu dan hikmahnya, termasuk moment berkumpulnya kita di sini sekarang.

Saat ini dan seterusnya kami benar-benar membutuhkan dukungan dan doa-doa kalian, guys. Karena para penyair gampang terjerumus ke neraka, ALLAH sudah memperingati hal ini dalam al-Qur'an ayat-ayat akhir Surah asy-Syu'araa (ayat 221-226).
Kami berlindung kepada ALLAH dari hal itu... Na'udzu bi ALLAH min dzalik.
Doakan kami supaya bisa menjadi bagian dari penyair-penyair yang mendapatkan pengecualian dari ALLAH, sebagaimana 1 ayat terakhir dalam Surah yang sama (kelanjutan dari 6 ayat tadi): Qur'an Surah Asy-Syu'ara (26) ayat 227.
Amin.
_____________________________________________________________
Catatan tambahan:

Sementara ini mungkin lingkungan MOGerz ini memang belum bisa terlepas sepenuhnya dari bentuk pengidolaan kebanyakan orang di dalamnya atas keberadaan band Purgatory.

Bagi saudara-saudara muslim yang keberatan dengan status sebutan MOGerz, atas dasar bentuk pengidolaan tadi, atau bahkan mengkhawatirkan asumsi keanggotaan dalam "fans" club, dan lain-lain:

Insya'ALLAH MOGerz akan memaklumi dan tidak mempermasalahkan kekhawatiran itu. Sebagaimana juga note di atas perlu dibaca lagi > bahwa adanya wadah ini adalah "justru" difungsikan untuk mengikis asumsi yang demikian. Insya'ALLAH.

Kekuatan dan persatuan ini tidak akan pernah berpatokan pada jumlah, tetapi adalah pada kualitas. Semakin solid kualitas pembuktian MOGerz, maka Insya'ALLAH jumlah pun akan semakin menjalar setelahnya.

MOGerz BUKANLAH orang-orang yang sudah HEBAT dalam urusan agama,
tapi MOGerz ADALAH orang-orang yang mau belajar untuk lebih mengenal agamanya sendiri di tengah masa "budaya propaganda perusakan generasi" ini.
Sama-sama belajar mempraktekkan prilaku Mendekati Agama Menjauhi Dosa.

Sumber: http://wearemogerz.blogspot.com/2011/01/mogerz.html?m=1

Sahabat



Wahai diri-ku...
Tahukah sahabat-mu itu siapa? 

"Sahabat yang baik itu tidak mencari atau mengungkit kesalahan, tajassus kesalahan, apalagi mendokumentasikan sampai mempublikasikan kesalahan Sahabatnya kepada orang lain"... 

Bila demikian diri-ku,,, 
maka: "dia tenggelam dalam dosa yang sudah dianggap biasa..."

Untuk itulah diri-ku...
Jika ada sahabat yang kau pandang salah dalam melangkah,
Peluk dia...
Rengkuh dia...
Terangi hatinya dengan petunjuk...
Ajak hatinya untuk bicara...
Lalu sembunyikan apa yang telah menjadi kekeliruannya...
Jangan sampai satu orangpun tau akan kesalahannya...
Jadikan itu sebagai rahasia diri-mu, sahabatmu, dan Allah saja.

Kenapa demikian diri-ku...???
Karna siapapun bisa saja keliru dan salah...
Termasuk diri-mu dan diri-ku...
Itulah sebenar-benarnya sahabat...

Siapapun dia... 
Apapun dia...
Suatu saat akan menemukan khilafnya masing2..

Sedekah yuk

Maaf tumpang lewat mari bersedakah yuk lebih baik nikmat yg di konsumsi atau yg di investasi
Ayo berbagi untuk anak santri ponpes wasfal ini no rek Nya Ada di bawah ini

BRI Cabang Rangkasbitung 
An. Pondok Pesantren Wasilatul Falah
---------

Wahai diri-ku...
Nikmatilah yg diri-mu peroleh sekarang, namun ingatlah dg negeri seberang.
Begitulah cara-Nya membahagiakanmu. Agar diri-mu gembira, Allah sering kali membalas kebaikanmu segera.