Jumat, 30 November 2012

Lirik lagu Doel sumbang - bong abong

BONG ABONG KA JALMA LEUTIK
DI ANGGAP LAIN JELEMA
BONG ABONG KA JALMA LEUTIK
DI ANGGAP LAIN JELEMA
TI BAHEULA DI JANGJIAN
UNGGAL USIK DI WADULAN
KAMAKMURAN DUKA DI TUANG KU SAHA
BONG ABONG KA JALMA LEUTIK
DI ANGGAP LAIN JELEMA
BONG ABONG KA JALMA LEUTIK
DI ANGGAP LAIN JELEMA
TI BAHEULA DI BIBITA
NU DI BIKEUN UKUR SESA
KAADILAN DUKA NGALEOS KAMANA?
DI ANGGAP LAIN JELEMA
DI ANGGAP TEU WALAKAYA
SUKA ATAWA TEU SUKA
DI PAKSA KUDU NARIMA
DI ANGGAP LAIN JELEMA
DI ANGGAP TEU BOGA MATA
SAGALA DI REKAYASA
GEUS TEU BAROGA KAERA
HIRUP TEU BISA BERKUTIK
NyARITA SALAH DI CULIK
JALMA LEUTIK AYA NU LEUNGIT TEU BALIK
SUGAN THE MAH
SUGAN TEH MAH JALIR JANJI
JANJI HIJI GE EUWEUH NU BUKTI
SUGAN THE MAH
SUGAN TEH REK MIKANYAAH,
NYETA GEUNING, PADA

Rabu, 28 November 2012

Lirik lagu Avenged seven fold - sidewinder

I slide through the wasteland that's my world
My hunger takes your life, preyed on to keep
me alive, yeah
Mercy's all that you need, mercy's empty in
me
Can't you feel the poison rising out of the
morning and clear through the night
You can feel my strength destroy you straight
to the heart from the venomous bite
That's right I shed my skin tonight but my
fangs are hard to hide
And you know that you're going to die, yeah
Mercy's all that you need, mercy's empty to
me
I can't regret, can't escape decisions made
for me, no control
Fire that buns and never dies, wrapped
around I'll bury my fangs inside
Making my way through the night you're still
in my sight
You're running' away buy ya know you can't
hide
My instincts are cold blooded hate; to you I'm the bearer of fate
Wrong place and now the wrong time, now
terror is all that you'll find
Can't you feel the poison rising, straight to
the heart from the venomous bite
I can't regret, can't escape decisions made
for me, no control
Fire that buns and never dies, wrapped
around I'll bury my fangs inside
Stay inside tonight - you're out there all
alone
Vanish from my sites - venomous control
You can't make it right - my appetite has
grown
Lost your final fight - no love will be shown

Selasa, 27 November 2012

Lirik lagu Infamy - silent farewell

Lying in the edge And i feel the emptiness
Surrounded in my soul Vexation is done I can
not feel myself When you say farewell Without
a sound you disappear And are gone with all
the sin Suffering in my age And i feel the
loneliness You drive me to sickness And
killed me by your pain Just see me in your
faith And i will be your nightmare Waking you
up slowly In my last fucking revenge And i
feel the emptiness Silent farewell But today i
show up again Silent farewell And i feel the
emptiness Silent farewell But today i will
stand again Silent farewell You left me with
silence Then killed all my hopes And you
smiled for that Dancing in my pain due When
all fears came alive You have to see what i've
got My eyes burning of you 'Cause you kiss
me by your fire.

"We will bleed" film documenter perjalanan Burgerkill

Bagi penggemar musik metal tanah air, tentu
nama Burgerkill ada di line up utama. Band
cadas yang beranggotakan Agung (gitar), Eben
(gitar), Vicky (vokal), Andris (drum), dan
Ramdan (bas) ini tengah dalam kesibukan
mengerjakan project film dokumenter yang
menceritakan kisah perjalanan mereka.
Berjudul WE WILL BLEED, film yang akan
dibungkus dalam DVD ini merangkum
perjalanan Burgerkill dari tahun 1995 hingga
tahun 2011.
"Isinya lebih ke perjalanan Burgerkill dari
1995 sampai 2011. Dan mudah-mudahan
November ini sudah beres dan bisa dirilis.
Udah semua, tinggal finishing. Proses produksi
dah 90 persen. Proses mixing sudah selesai,"
ungkap Vicky saat dihubungi
KapanLagi.com®, Rabu (7/11).
Rencana untuk membuat project DVD tersebut
diakui telah lama diidamkan. Bahkan rencana
awalnya, Burgerkill akan merilis DVD
dokumenter ini berbarengan dengan album
Venomous yang mereka keluarkan pada 2011
lalu.
"Rencananya itu dari tahun 2007 padahal.
Isinya kegiatan manggung kita di beberapa
kota dan negara, ada nongkrong-nongkrongnya
juga. Ada live perfomance juga. Almarhum
(Ivan) ada, terus mantan personel Burgerkill
juga ada," lanjut Vicky.
Project ini direncanakan akan dirilis dalam
format double DVD, satu film dokumenter dan
lainnya adalah 10 video klip band ini dari
album Berkarat sampai album teranyar,
termasuk empat klip baru yang belum pernah
dirilis seperti Under The Scars dan Trough The
Shine.
Saat ini Burgerkill tengah mematangkan
sistem distribusi, karena mereka ingin
menjangkau Australia juga. "Tahap awal 2000
copy dulu. Durasi 1,5 jam. Masih digodok
bagaimana sistem penjualannya," tukas Vicky.
(kpl/ato/rea/adb)
Sumber: Kapanlagi.com

Senin, 26 November 2012

Lirik lagu Purgatory - Impious

Kau tahu aku s’lalu katakan kebenaran, walau
terasa pahit berat dan takut akan hukuman,
yang menunggu, menanti menggigil
berkeringat, sekarat, terkurung, terhina,
terpaksa ternoda, oleh lumpur nista membuat
orang tertawa terbahak tak pernah berkaca,
bercermin, melihat, memandang, mendengar,
belajar,
berpikir, merenung, berdo’a, bertanya,
mengapa sampai ada kebusukan, kelicikan,
kepalsuan, kemunafikan
Akupun tahu kalau kau pengecut yang s’lalu
ngomong dibelakang berbisik, menghasut,
memfitnah, menjilat, bergunjing kesana-
kemari sambil korupsi, manipulasi,
konspirasi, provokasi, kadang keprostitusi,
jual harga diri, halalkan segala cara, tanpa
takut dosa, tuk raih kedudukan, jabatan, uang,
harta, wanita,
yang butakan mata, merasuk jiwa,semakin
parah, kloter neraka
Why you think the world was everything?
spent your life and try to find nothin’. Things
go from bad to worst as it all become about
the money and materialism, trapped inside
lifestyle obssesion, keep your mind hangin’
on suspicions, as hard as you can, never
thought bout improvement, self destruction
and boring life, ultimately we’re all a dead
man. OK,.. Fine,.. Fine in this perfect world
your fine, raped and bondage, are you out of
your fuckin’ mind? PRIDE lost in the dark and
silent complete, like so many others you just
become a slave.
I wanna see you with your smile,when you
know the end is come
And the tears is going down, it’s too late to
make it right
Impious, punk!!
Outrageous, bitch!!
You’re all, ready, dead
You’re just, blind and deaf
Orang buta tak sama dengan orang yang
melihat,
orang tuli tak sama dengan orang yang
mendengar,
orang bisu tak sama dengan orang yang
berkata
orang bodoh tak sama dengan orang yang
berakal
kita hanya seorang hamba,kita hanya seorang
hamba

Sabtu, 24 November 2012

Raja sumedang larang dan bupati sumedang

Raja & Bupati Dari Masa ke Masa
Nama Raja-raja Kerajaan Sumedang Larang
a. Prabu Guru Aji Putih Tahun 900, Raja Tembong
Agung (Sebelum menjadi Kerjaan
Sumedanglarang )di makamkan di Dusun.Cipaku
Rt 06 rw 01 Desa. Cipaku Kecamatan Darmaraja
Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa barat,
nama Juru Kunci : Iyat Hidayat
Dok.Yadi Mulyadi
b. Prabu Agung Resi Cakrabuana / Prabu Taji
Malela (nama Kerajaan Berganti nama menjadi
kerajaan SumedangLarang)Tahun 950, Putra dari
Prabu guru Aji Putih, Situs gunung Lingga, berada
di Dusun Sempurmayuna Rt.01/01 Desa . Cimarga
Kecamatan Cisitu Kab.Sumedang,
nama juru kunci :
1. Opan Sopandi,
2. Dayat Hidayat,
3. Uca

c. Prabu Gajah Agung Tahun 980,Putra Ke 2 Prabu
Tadjimalela, di makamkan di dusun Sukagalih /Ci
canting Rt 06/02 Desa. Cisurat Kecamatan.Wado
Nama Juru Kunci :
1.  Cayuman
2.  Dadan
3.  Sunjaya

d. Prabu Pagulingan/ Manggala Wirajaya
Jagabaya” ( Manggala = keturunan, Wira =
pejuang, Jaya = unggul, Jaga = menjaga, Baya =
marabahaya), Putra Prabu Gajah Agung, di
makamkan Dusun Nangtung Desa. Ciherang
Sumedang Selatan.
Nama Juru Kunci :
1.A.Suhaman
2.Mustofa
Dok.R.Abdul latif
e.Sunan Guling, dimakam kan di dusun pasir
peti Desa Margalaksana (Geger Sunten) dan
petilasan nya di dusun Ciguling desa Ciherang
Sumedang selatan
nama Juru Kunci Geger Sunten : Abah Aen,
dan Jana
Sedangkan Juru Kunci Petilasan nya : Wahyu

f. Sunan Tuakan Tahun 1200
Dimakamkan heubeul Isuk
g. Nyi Mas Ratu Patuakan Tahun 1450
Mohon maaf fotonya terkena virus kawan, yang
pasti nanti akan pendokumentasian ulang dan
akan langsung saya posting disini.
h. Ratu Pucuk Umun / Nyi Mas Ratu Dewi Inten
Dewata Tahun 1530 -1578
Bersuamikan Pangeran Santri/Kusumahdinata
cucu Sunan Gunung Jati Cirebon
dimakamkan di gunung ciung Pasarean gede
kelurahan kota kulon Sumedang selatan
juru kunci :
1.Ibu unah
2.Nana Sujana
3.Lili
 
i. Prabu Geusan Ulun / Pangeran Angkawijaya
Tahun 1578 -1601
Raja SumedangLarang terakhir, dimakamkan di
Dusun/Desa Dayeuh Luhur Kec. Ganeas
nama Juru Kunci :
1.Dudu
2.Endin
3.Toto
2 Nama Bupati Wedana Masa Pemerintahan
Mataram II
a. R. Suriadiwangsa / Pangeran Rangga Gempol I
Tahun 1601 -1625
b. Pangeran Rangga Gede Tahun 1625 -1633
c. Pangeran Rangga Gempol II Tahun 1633 -1656
d. Pangeran Panembahan / Pangeran Rangga
Gempol III Tahun 1656 -1706
3 Nama Bupati Wedana Masa Pemerintahan VOC,
Inggris,Belanda dan Jepang
a. Dalem Tumenggung Tanumaja Tahun 1706
-1709
b. Pangeran Karuhun Tahun 1709 -1744
c. Dalem Istri Rajaningrat Tahun 1744 -1759
d. Dalem Anom Tahun 1759 -1761
e. Dalem Adipati Surianagara Tahun 1761 -1765
f. Dalem Adipati Surialaga Tahun 1765 -1773
g. Dalem Adipati Tanubaja (Parakan Muncang)
Tahun 1773 -1775
h. Dalem Adipati Patrakusumah (Parakan
Muncang) Tahun 1775 -1789
i. Dalem Aria Sacapati Tahun 1789 -1791
j. Pangeran Kornel / Pangeran Kusumahdinata
Tahun 1791 -1828
k. Dalem Adipati Kusumahyuda / Dalem Ageung
Tahun 1828 -1833
l. Dalem Adipati Kusumahdinata / Dalem Alit
Tahun 1833 -1834
m. Dalem Tumenggung Suriadilaga / Dalem
Sindangraja Tahun 1834 -1836
n. Pangeran Suria Kusumah Adinata / Pangeran
Soegih Tahun 1836 -1882
o. Pangeran Aria Suria Atmaja / Pangeran Mekkah
Tahun 1882 -1919
p. Dalem Adipati Aria Kusumahdilaga / Dalem
Bintang Tahun 1919 -1937
q. Dalem Tumenggung Aria Suria Kusumah
Adinata Tahun 1937 -1946
4. Bupati Masa Peralihan Republik Indonesia
a. Raden Hasan Suria Sacakusumah Tahun 1946 -
1947
5. Bupati Masa Pemerintahan Belanda / Indonesia
a. Raden Tumenggung M. Singer Tahun 1947 -
1949
6. Bupati Masa Pemerintahan Negara Pasundan
a. Raden Hasan Suria Sacakusumah Tahun 1949 -
1950
7. Bupati Masa Pemerintahan Republik Indonesia
a. Raden Abdurachman Kartadipura Tahun 1950 -
1951
b. Sulaeman Suwita Kusumah Tahun 1951 - 1958
c. Antan Sastradipura Tahun 1958 - 1960
d. Muhammad Hafil Tahun 1960 - 1966
e. Adang Kartaman Tahun 1966 - 1970
f. Drs. Supyan Iskandar Tahun 1970 - 1972
h. Drs. Supyan Iskandar Tahun 1972 - 1977
g. Drs. Kustandi Abdurahman Tahun 1977 - 1983
h. Drs. Sutarja Tahun 1983 - 1988
i. Drs. Sutarja Tahun 1988 - 1993
j. Drs. H. Moch. Husein Jachja Saputra Tahun
1993 - 1998
k. Drs. H. Misbach Tahun 1998 - 2003
l. H. Don Murdono,SH. Msi Tahun 2003 - 2008
m. H. Don Murdono,SH. Msi Tahun 2008 - 2013

Nyundakeun urang sunda

Teu saeutik urang Sunda anu can manggih hartina
Sunda, kumaha mimitina, naon sababna disebut
Sunda, jeung teu sadar yen ngaran wewengkon
Sunda teh sabenerna mah ayeuna geus leungit
deui. Can aya kacaritakeun inohong Sunda anu
kabeuratan ku leungitna ngaran wewengkon Sunda
atawa Pasundan. Malah nepikeun ka ahli sajarah
Sunda oge lolobana lamun nulis buku anu eusina
sajarah di wewengkon Sunda make judul Sajarah
Jawa Barat. Aya naon jeung kunaon nepikeun ka
kitu, padahal eusina jelas-jelas samemeh
ngadegna Propinsi Jawa Barat, sedengkeun anu
disebut Jawa Barat mah henteu ngawakilan Tatar
Sunda segemblengna.
Ieu tulisan teu aya maksud pikeun mangaruhan
NKRI, tapi sabalikna pikeun nguatkeun NKRI kudu
aya rasa silih ajenan jeung silih hormat ka
indentitas masing-masing. Loba urang Sunda nu
ngarasa diteungteuinganan ku leungitna ngaran
Sunda atawa Pasundan sacara administratif.
Memang masih aya keneh ngaran Tatar Sunda
sacara de facto anu ti waktu ka waku mangkin
luntur. Ieu kanyataan teh ngahariwangkeun pisan,
lantaran geus kacontoan ku leungitna ngaran Sunda
Kalapa nu pernah ngadeg leuwih ti 10 abad. Lamun
teu percaya bisa dicobaan, misalna lamun rek indit
ka Jakarta aya nu nanya “Bade ka mana ?” lamun di
jawab “Bade ka Sunda Kalapa”, tangtuna bae anu
nanya teh bakal rungah-ringeuh atawa kerung.
Nujadi masalah dina tulisan ieu lain nanaon, tapi
perkara jati diri jeung eksistensi urang Sunda.
Memang ngarasa teu mernah aya etnis, aya
budaya, aya bahasa tapi teu boga wewengkon
sacara de jure.
Asal Usul Ngaran Sunda
Ngenaan ngaran Sunda sacara administratif teu
aya hubunganna jeung terminologi geografis anu
disebut Greater Sunda (Sumatra, Jawa, Kalimantan,
Sulawesi) jeung Lesser Sunda (Bali, NTB, NTT).
Ngan nu jelas mah nurutkeun sajarah, mimiti ayana
ngaran Sunda anu aya patalina jeung ngaran
tempat nyaeta sabada peristiwa pindahna puseur
karajaan Tarumanagara ku Sang Purnawarman
(raja katilu Tarumanagara) ti Jayasingapura
(Jasinga) ka dayeuh anyar nu dibere ngaran
Sundapura, hartina kota Sunda. Sedengkeun ngaran
Sunda sorangan asalna tina bahasa Sansekerta
sudha atawa sundha nu pihartieunnana beresih,
herang, murni, aya oge nu ngahartikeun cahaya
atawa cai. Eta kajadian teh di ahir abad kaopat, anu
dijieun dayeh anyar tempatna lewih ka palebah
kaler batan deyeuh heubeul ngadekeutan basisir,
anu aya aliran walungan Gomati jeung
Chandrabhaga (Prasasti Tugu, Cilincing).
Saterusna Sang Purnawarman nyieun palabuan,
ceuk dina sajaarah mah nyieun palabuan teh ti 15
Desember 398 nepikeun ka 11 Nopember 399
Masehi, jigana eta palabuan teh saterusna nu
disebut Sunda Kalapa tea. Eta ngaran Sunda Kalapa
oge ti saprak diganti ngarana jadi Batavia ku
Walanda teu balik deui, malahan nu saterusna
diganti jadi Jayakarta jeung Jakarta nepikeun ka
kiwari.
Sunda Jadi Ngaran Karajaan
Taun 669 Masehi Tarusbawa ngadeg jadi raja
ngaganti mitohana Sang Maharaja Linggawarman,
Raja ka-12 Tarumanagara, aya dua kajadian anu
penting dina sajarah Sunda. Kahiji Tarusbawa
nganganti ngaran karajaan Tarumanagara jadi
Sunda Sembawa, hartina tanah kabuyutan (nagri
tanah leluhur). Kadua mindahkeun dayeuh ti
Sundapura ka wewengkon pagunungan, mun
ayeuna mah nu disebut wewengkon Pakuan. Di
dayeuh anyar manehna ngawangun lima karaton nu
ukuran jeung bentukna sarua dijajarkeun. Masing-
masing karaton dibere ngaran Sri Bima, Punta,
Narayana, Madura jeung Suradipati. Timimiti harita
Sunda eksis jadi ngaran karajaan. Sedengkeun
dayeuh anyar tempat ngadegna lima karaton anu
ngajajar jadi purwa daksi ngaran Pajajaran.
Sunda Jadi Ngaran Etnis
Can aya referensi anu jelas ngenaan iraha
mimitina disebut etnis Sunda. Tapi lamun
nalungtik sajarah katukang, jiganamah dimimitian
ku ngadegna Sunda Sembawa. Sajarah sebutan
etnis Sunda nurutkeun panyawangan prosesna teu
jauh beda jeung ngadegna karajaan Sunda, ngan
bedana lamun sebutan karajaan Sunda aya proses
waktu anu tangtu ngukuhkeun ngaran karajaan ku
Tarusbawa, sedengkeun sebutan ngaran etnis
Sunda sacara alami. Jadi memang rada hese
nangtukeun titik awalna, lantaran aya patula
patalina jeung khas budaya, adat istiadat, bahasa
jsb. (jeung sajabana).
Wewengkon Sunda
Loba nu nganggap yen wewengkon Sunda identik
jeung wewengkon Jawa Barat baheula sememeh
pisah jeung Banten. Eta anggapan teh kaliru
lantaran anu disebut Jawa Barat mah nyaeta
wewengkon anyar anu dijieun henteu nurutkeun
indentitas etnis tapi nurutkeun Undang-undang
no.11 taun 1950.
Batas wewengkon Tatar Sunda pelebah kaler, kidul
jeung kolon mah teu hese maluruh lantaran
sakurilingna basisir. Ngan palebah wetan kudu
ditalungtik dina sajarah sabab batas Jawa barat
lain batas wewengkon tatar Sunda.
Aya sababaraha katerangan ngenaan wewengkon
Sunda anu bisa keneh dipaluruh diantarana
katerangan sajarah ‘Tragedi Bubat’, perjalanan
Bujangga Manik jeung waktu ngadegna Prabu
Gesan Ulun waktu dilantik jadi nalendra ahli waris
Pajajaran.
Tempat kajadian gugurna Raja Sunda Prabu Lingga
Buana waktu nyumponan janji jeung Raja Majapait
Hayam Wuruk. Waktu harita raja Sunda jeung raja
Majapait janji tepung di batas nagri anu disebut
Bubat pikeun ngalaksanakeun seserahan putri Diah
Pitaloka anu rek ditikah ku Hayam Wuruk. Ngan
hanjakal Hayam Wuruk jalir kana janji, antukna jadi
musibah anu saterusna diabadikeun dina sajarah
Sunda. Jadi lamun nurutkeun kajadian eta, batas
wewengkon Sunda palebah wetan nyaeta anu
disebut Bubat.
Catetan perjalanan Bujangga manik anu boga
ngaran aslina Prabu Jaya Pakuan. Sanajan
manehna jadi salah saurang prabu tapi hirupna
leuwih condong jadi resi. Waktu ngayakeun
perjaanan ngumbara mapay kabuyutan anu jadi
puseur agama Hindu ka palebah wetan nepi ka
wewengkon Majapait jeung Bali, aya catetan
perjalanan nu nyebutkeun mentas Cipamali pikeun
asup ka wewengkon Jawa. Ayeuna walungan
Cipamali teh mindeng di sebut kali Brebes jeung
kaasup ka wewengkon Jawa Tengah. Eta dokumen
perjalanan teh ditulis dina daun nipah mangrupa
puisi saloba 29 lambar, kiwari aya di perpustakaan
Bodleian, Oxford ti saprak tahun 1627 Masehi.
Waktu Prabu Geusan Ulun Raja Sumedang Larang
dilantik ku 4 Kandaga Lante ti Pakuan Pajajaran,
Geusan Ulun resmi jadi nalendra neruskeun
Pajajaran anu batas wewengkonna ; palebah kidul
laut kidul, palebah kaler laut kaler, palebah kulon
walungan Cisadane (batas Sumedang Larang
palebah kolon lantaran ti Cisadane ka kulon geus
jadi Kasultanan Banten), palebah wetan walungan
Cipamali. Eta katerangan batas wewengkon teh
ayeuna oge masih bisa dibaca di makam Geusan
Ulun Dayeuh Luhur Sumedang.
Leungitna Ngaran Sunda
Sabada rungkadna Karajaan Sunda Pajajaran,
ngaran wewengkon Sunda mimiti leungit. Memang
Sumedang Larang ngawarisan Pajajaran ngan
hanjakal geus teu ngawakilan Sunda deui. Karajaan
Sumedang Larang ngan ukur ngungkapkeun
eksistensi Pajajaran sacara emosional, yen
Pajajaran henteu ludes pisan.
Ngaran Sunda kungsi muncul deui dina taun 1947,
waktu harita R.M. Soeria Kartalegawa anu
samemehna pernah jadi bupati Garut
mroklamirkeun Republik Pasundan, jeung nu jadi
wali nagarana R.A.A.M. Wiranata Kusumah, malah
kungsi ngalaman sababaraha kali robah kabinet.
Saenggeusna dibubarkeun dina tanggal 11 Maret
1950, ngaran Sunda anu aya patula patali jeung
tempat, leungit lebeng teu muncul deui nepikeun ka
ayeuna.
Ngadegna Republik Pasundan ku Suria Kartalegawa
pernah jadi polemik, jadi bahan adu argumen
antara Rosihan Anwar jeung Asep Sjamsulbachri.
Rosihan Anwar nganggap yen Soeria Kartalegawa
tokoh penghianat, sedengkeun Asep Sjamsulbachri
sabalikna. Anu jadi masalah lain pasualan adu
argumen, tapi kunaon ngadegna Republik Pasundan
jadi perkara sedengkeun nagara bagian nu sejen
teu di ungkit-ungkit, padahal waktu harita
Indonesia teh nagara sarikat.
Hanjakal pisan ngaran wewengkon Sunda anu geus
pernah eksis kurang-leuwih 1000 taun leungit teu
kapuluk deui, jeung matak heran can aya
kasebutkeun dina sajarah ti baheula nepikeun ka
kiwari inohong Sunda kabeuratan ku leungitna
ngaran Sunda atawa Tatar Sunda. Hese kahartina,
berjuang nanjeurkeun nagara tapi mopohokeun
kana jati dirina, asa kuharianeun siga anu panuju
pisan kana leungitna ngaran Tatar Sunda.
Masalah sejen anu ayeuna keur karandapan ku
urang Sunda nyaeta perkara jatidiri. Umumna self
identity urang Sunda kurang kuat. Loba conto anu
bisa dibandungan di mana-mana, boh di Bandung
anu kaasup salah sahiji puseur wewengkon Sunda
kitu deui urang Sunda nu ngumbara di manca
nagara. Lamun nyambat atawa ngageroan kanu teu
wawuh malah kanu wawuh oge, bari jeung sarua
urang Sunda loba anu make mas atawa mba lain
kang, a, ayi, teteh atawa ceu. Jadi wajar lamun nu
sejen teu mirosea ka Sunda da urang Sunda
sorangan oge geus loba nu api lain.
Pasualan anu teu eleh ngahariwangkeun nana, loba
pisan nonoman Sunda nu teu apal kana sajarahna
sorangan. Sajaba ti eta hese neangan literatur
sajarah Sunda, komo deui literatur sajarah nu make
basa Sunda. Kaayaan urang sunda kiwari bisa
disebutkeun katurug katutuh. Malah dina taun 2006
mah pernah geunjleung aya anu ngakukeun
Kekaisaran Sunda Nusantara. Ku maca judulna oge
geus kacida pisan salahna, pangakuanna patukeur
jeung terminologi geografi. Hal ieu teh mere
indikasi yen maranehannana teu ngartieun kumaha
karajaan Sunda sabenerna baheula, ngan dikira-
kira ku sawangan anu salah.
Lamun dibandungan leuwih jauh, kaayaan Sunda
ayeuna ibarat poe anu rek surup, anu tina waktu ka
waktu ngalaman erosi boh dina ngaran, sajarah,
budaya kitu oge bahasa. Ngaran Sunda Kalapa teu
balik deui, ngaran wewengkon ngan tinggal
pangakuan wungkul, kana sajarah sorangan geus
loba anu teu apal, geus loba anu teu daek make
basa sorangan, majarkeun teh cenah basa Sunda
mah kampungan atawa alasan sejen anu rada
mernah, pokna teh era sieun salah. Komo kana
tulisan mah, geus bisa disebutkeun lapur, lantaran
geus hese neangan anu masih keneh bisa maca
jeung nulis aksara Sunda.
Urang Sunda Kudu Ngarobah Sikep
Handap asor, rengkuh ka batur, someah ka semah,
silih asih, silih asah jeung silih asuh anu geus jadi
filosof dina budaya Sunda sacara turun-tumurun.
Jiganamah dumasar kana filosofi eta urang Sunda
ngajenan pisan ka pihak deungeun, jadi kaharti
pisan lamun urang Sunda loba ngelehan maksudna
pikeun ngaragangan. Urang Sunda lamun boga
kahayang geus jadi kabiasaan leuwih tiheula sok
ngaragap hate deungeun. Ieu kanyataan
ngalahirkeun sindiran filosof anekdot ‘mangga
tipayun, mangga ngiringan’.
Sabenernamah pasifatan urang Sunda teu cocok
ulubiung dina politik praktis di Indonesia, lantaran
teu biasa ngarempak adat anu geus jadi kabiasaan,
sedengkeun dina politik praktis loba pisan usaha
terobosan baru jeung satekah polah nyingkirkeun
lawan politikna. Jadi urang Sunda anu ulubiung
dina politik praktis di Indonesia ibarat hirup di
habitat sejen. Jadi kaharti lamun loba anggota
wakil rayat di DPRD Jawa Barat loba lain urang
Sunda pituin.
Pikeun mertahankeun eksistensi Sunda di Tatar
Sunda, ti ayeuna ka hareup anu kasebut inohong
Sunda atawa anu boga pancen jadi pamimpin
wayahna kudu bisa ngarobah sikep dina harti
positif jeung kudu mikirkeun akibatna. Lantaran ku
saha deui Ki Sunda dipertahankeun lamun lain ku
urang Sunda Sorangan.
Dina kaayaan Tatar Sunda ayeuna nu geus
heterogen jeung pinuh ku persaingan, kudu
ninggalkeun gaya hirup model carita rayat Si
Kabayan anu pamalesan, hirup sahayuna, pinter-
pinter bodo, gawena ngan ngorek ceuli di tepas
imah, atawa Karnadi Bandar Bangkong anu loba
ngalamun, teu ngukur ka kujur jeung teu mikirkeun
akibatna.
Pikeun ngahudang rasa patriot di Tatar Sunda, teu
aya salahna lamun urang mieling jaman katukang.
Aya sababaraha urang tokoh Sunda anu salila
hirupna toh-tohan ngabela harga diri kasundaan
saperti Lingga Buana, Surawisesa, Jaya Perkasa
jeung nu sejenna. Ka beh dieuna aya oge
pamingpin Sunda anu ngabela rayat saperti
Pangeran Kornel. Eta kajadian sajarah anu atra
figur kapahlawanana aya hadena jadi bahan
kurikulum di sakola utamana pikeun muatan lokal.
Lantaran moal wanoh lamun teu wawuh, moal aya
rasa reueus kana kasundaan nana lamun teu apal
kana sajarahna sorangan.
Lamun generasi anyar ayeuna teu dihudang deui
kana jati dirina, teu mustahil dina waktu kahareup
anak incu bakal kaleungitan obor, ngan ukur bisa
nyarita ‘cenah mah urang teh katurunan Sunda’.
Antukna Ki Sunda teh leungit ngan kari ngaran nu
aya dina sajarah wungkul, kitu oge lamun masih
keneh aya literatur jeung sempet maca. ***
Daftar Pustaka
Anwar, H. Rosihan, Ph.D. Negara Pasundan Versi
Karta Legawa, Bandung : Pikiran Rakyat Edisi 12
Desember 2006.
Iskanadar, Yoseph. 1997. Sejarah Jawa Barat,
Bandung : CV Gerger Sunten
Polisi Datangi Rumah Aktivis Kekaisaran Sunda
Nusantara : Kompas Edisi 24 Mei 2006
Sjamsulbachri, H. Asep, Prof. Dr. Negara Pasundan
Versi Karta Legawa, Bandung : Pikiran Rakyat Edisi
8 Januari 2007
Wapedia, Bujangga Manik
http://caritakuring.wordpress.com/2009/05/13/
leungitna-ngaran-sunda-di-tatar-sunda/