Senin, 19 November 2012

Biografi band Saffar

Band Death Metal Saffar –
Teori death metal identik dengan kebrutalan
melulu, gugur begitu saja jika kita menyimak
deathmetal yang diusung dan disajikan band ini.
Kecuali font band mereka yang memang didesain
untuk merepresentasikan musik Saffar, selebihnya
mereka menyuguhkan warna berbeda dibanding
band deathmetal kebanyakan.
Simak empat lagu mereka yang terangkum dalam
CD promo yang penjualannya disatupaketkan
dengan rilisan kaus Fuck Your Orde Seclorum.
Musik yang mereka sajikan memang tak ada beda
dengan deathmetal yang banyak dimainkan band-
band asal Ujungberung, tempat asal mereka
tumbuh. Namun, dari segi lirik, lagu-lagu Saffar
sangat kental bernapaskan Islam. Mulai dari singel
pertama Gorok Zionis hingga Samiri Jilat Bumi,
Saffar telah memposisikan diri sebagai band
deathmetal dengan ideologi berbeda.
Mereka sadar pemilihan jalan ideologi seperti itu
membawa konsekuensi tertentu. Salah satunya
tudingan ideologi musik yang diusung Saffar telah
melenceng karena tak mengumbar kebrutalan
secara total. “Tapi, kami anggap tudingan seperti
ini sebagai hal wajar. Kami yakin setiap pilihan
memili konsekuensi masing-masing,” tutur
Ramon, basis Saffar.
Namun pada akhirnya, kualitas musiklah yang
banyak menentukan sudut pandang khalayak.
Seperti band lain yang lahir di Ujungbronx, Saffar
menyuguhkan deathmetal yang tipikal. Hanya saja
mereka membalutnya dengan energi yang lebih
frontal.
Daya tarik utama Saffar, terutama di atas
panggung, terletak pada permainan bas Ramon. Ia
memainkan bas enam dawai dengan teknik totally
taping. Gaya permainan bas yang mungkin hanya
ada satu di antara ratusan band deathmetal yang
lahir dan besar di kota kembang.
Tak heran bila permainan Ramon banyak
mengundak decak kagum. Salah satu pengakuan
atas kualitas permainan bas Ramon datang dari
Bleeding Corpse. Band deathmetal garda depan
asal Ujungbronx ini sempat meminjam Ramon saat
menggelar gigs di Medan, Mei 2011.
Embrio Saffar sendiri lahir ketika inisiatif Gilang
a.k.a Acil dibuahi kesepakatan dari Miko, Rezi,
dan Fariz, untuk menjalin konfigurasi sebuah band
deathmetal. Konfigurasi itu menjadi lengkap ketika
Andriz dan Garung turut bergabung.
Namun, langkah Saffar sempat goyah ketika Miko
memutuskan undur diri. Sementara Rezi fokus
melanjutkan propaganda hidup bersama Auticed
dan Fariz menempuh jalan hidup dengan
menggarap proyek bernama Lumpur. Sedangkan
Garung teguh mencurahkan konsentrasi buat
Inquisisi.
Beruntung, keluarnya tiga personel tersebut tidak
membuat Gilang dan Andriz kehabisan spirit untuk
terus mengibarkan bendera Saffar. Sampai
kemudian muncul sosok antitesis bernama Parjo.
Formasi sebagai sebuah band makin solid ketika
Ramon dan Iyenk ikhlas mengenakan atribut
keislaman dalam balutan propaganda bernama
Saffar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar